Waktu Ibu


ibuSi ibu bertanya “Itu burung apa yang berdiri di sana?”

“Bangau, ibu” anaknya menjawab dengan sopan

Tak lama kemudian si ibu bertanya lagi “Itu yang warna putih burung apa?”

Sedikit kesal anaknya menjawab “Ya bangau, ibuu…”

Kemudian ibunya kembali bertanya “Lantas itu burung apa? *Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang*

Dengan nada kesal si anak menjawab “Ya bangau, ibuuu.. kan sama saja! emangnya ibu tidak lihat dia terbang?!”

Air menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata pelan..

“Dulu, 25 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untuk mu sebanyak 10 kali, bahkan lebih.. sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam, dan memeluk ibunya. Baca lebih lanjut

Tersenyum Dalam Badai


KindexUPU-KUPU tidak tahu warna sayap mereka…
Tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka…
Seperti juga dirimu, tidak tahu betapa indahnya dirimu…
Tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu dimata-Nya…
ketika engkau TUNDUK dalam syariat-Nya…
RIDHA atas takdir-Nya…
TERSENYUM dalam badai musibah…
TEGAR dalam ujiaan…. dan…
TEGUH dalam pendirian…

Biarlah Allah SWT saja yang menyemangati kita…
Sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita…
Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita…
Karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan…
Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna…
Saat berbaur mampu menyemangati yang lain…
Dan saat sendiri mampu menguatkan diri sendiri… Baca lebih lanjut

Apa Yang Kamu Inginkan?


Ada suatu daerah dimana di sana ada sebuah waduk yang meluap (bendungan jebol). Kira-kira 1 jam lagi daerah itu akan rata dengan air.

Relawan dan petugas dari PMI pun datang ke daerah tersebut. Di daerah tersebut terdapat ada seorang pemuda (sebut saja “Nahar”) yang ingin ditolong oleh relawan menggunakan perahu karet.

Relawan               : “Mas, mari saya bantu untuk naik ke perahu kami! Agar Mas selamat dari banjir ini..”

Nahar                   : “tidak usah, saya serahkan hidup saya kepada Allah SWT. Biar Dia-lah yang menolong saya..”

Dan, relawan tersebut pun pergi meninggalkan si Nahar untuk mencari korban yang lainnya. Baca lebih lanjut