Inspirasi di Ruang Rahasia


Saya malam ini pulang sampai rumah pukul 20:35 WIB. Saya habis dari ruang rahasia, ruang yang lebih nyaman daripada ruang sebelumnya. Ruang yang pada waktu itu terdapat 3 (tiga) orang saja (aku, dia, dan beliau).

Dari ruang rahasia inilah saya mendapatkan sebuah inspirasi yang sangat super, inspirasi yang membuat saya malu sama beliau, inspirasi yang menambah motivasi semangat kerja saya. Dan, saya tidak mau lama-lama untuk menunda inspirasi ini kedalam tulisan ini.

Beliau (ibu) berkata :

“Sekolah Butuh Pintar… Kerja Butuh Sregep”

Memang benar, kita sekolah membutuhkan kepintaran, pintar dalam hal ilmu, pintar dalam bersikap dan berperilaku, dan pintar dalam bergaul. Tetapi, di dalam dunia kerja pintar saja tidak cukup, kita harus memiliki sikap “Sregep” (tekun, bertanggungjawab, dan pantang menyerah).

Banyak kenyataan di lingkungan sekitar kita, orang dengan pendidikan yang tinggi, nilai yang bagus, bahkan lulus dengan memuaskan (cumlaude). Tetapi, semua itu akan jadi sia-sia (percuma) jika kita tidak memiliki sikap “Sregep”, sregep mencari pekerjaan, sregep memulai usaha, dan lainnya.

Bahkan untuk seorang karyawan pun (sudah dapat pekerjaan) kalau tidak memiliki sikap “Sregep”, dia akan tergeser oleh orang lain. Karena di dalam dunia kerja, pintar saja tidak cukup! Kita harus menanamkan sikap “Sregep” pada diri kita masing-masing, agar kita menjadi manusia yang unggul, unggul dalam ilmu, unggul dalam bersikap dan berperilaku, dan unggul di mata Allah Subhanahu wata’ala.

Terima kasih, ibu! Ibu yang baik, ibu yang sayang sama putra-putrinya. Beliau membuatku merasa malu sama diri saya sendiri. Beliau seorang perempuan saja bisa berkata begitu, masak saya sebagai seorang laki-laki tidak bisa mengimplementasikannya.

Terima kasih, ibu! Ini merupakan tambahan motivasi bagi saya untuk lebih giat untuk bekerja, lebih bersemangat untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, baik di mata manusia dan Allah ta’ala.

Dan ada satu lagi “mas! jadi ibu (perempuan) itu sangat berat, tidak semua pekerjaannya tampak oleh mata manusia, bangun lebih awal, dan tidur paling akhir (wanita karir). Dari ngurusin anak, suami, keluarga, sampai pekerjaan saya sendiri.” itulah kata mutiara yang keluar dari lisan beliau.

Pekerjaan bapak (laki-laki) bisa dilakukan seorang perempuan (ibu), tapi pekerjaan perempuan tidak semuanya bisa dilakukan oleh laki-laki. Misalnya: bapak kerja kantoran, ibu pun juga bisa kerja kantoran. Tetapi kalau ibu, mengandung (hamil) 9 bulan lamanya dan menyusui anak-anaknya, apakah seorang bapak bisa melakukan itu?

Dan dalam hati saya berkata, “iya! Benar juga ya!” Perempuan itu makhluk yang paling mulia… Banggalah menjadi seorang perempuan!

Sekali lagi, terima kasih, ibu! Kau memang membuat saya sangat sangat terinspirasi, dan termotivasi untuk selalu menghormati seorang perempuan, menjaga dan memperhatikan dia, dan selalu menyayangi dia.

Terima kasih, ibu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s