PuasaKu


Akhirnya setelah sekian lama (kira-kira 1 tahun) libur puasa sunnah (senin-kamis), pada minggu ini saya memulai kembali puasa saya. Niatnya pun tak beda sama sebelumnya, ingin lebih dekat dengan Allah SWT, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini.

Saya pertama kali melaksanakan puasa senin-kamis, pada usia 16 tahun (SMA). Tidak ada paksaan dari orang tua (bapak) untuk melaksanakan puasa ini, karena semua itu muncul dari dalam hati saya pribadi. Dan orang tua pun juga tidak pernah mengajarkan saya untuk puasa sunnah.

Di sini lah saya merasa bangga, karena saya bisa melampaui ibu-bapak saya dalam hal puasa sunnah. Selama saya sampai berusia 22 tahun ini, saya belum pernah melihat mereka puasa senin-kamis. Tetapi, ilmu agama mereka jauh lebih tinggi dari saya.

Puasa sunnah beda dengan puasa wajib (Ramadhan), Karena puasa sunnah itu lebih berat, bukan berat pada pelaksanaannya, tetapi berat pada niat dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Jika puasa wajib berniat karena melaksakan kewajiban kita sebagai umat yang beriman (takut dosa, jika tidak melaksanakan), tapi kalau puasa sunnah berniat hanya mengharap ridho Allah ta’ala muncul dari dalam hati pribadi masing-masing. Percuma kita melaksakan puasa sunnah jika niat kita hanya ingin ikut-ikutan atau malu dengan orang lain yang melaksanakannya, ingin mendapatkan sesuatu hal (duniawi) yang kita inginkan, maka yang kita dapat hanya rasa lapar (bahkan rasa tersiksa) yang menyiksa kita sepanjang hari, dan tidak mendapat pahala dari puasa sunnah kita.

Di lain sisi saya juga berniat memperbaik agama saya, meluruskan semua niat saya hanya karna Allah ta’ala, mengharap ridho kepada-Nya, agar Dia selalu menjaga dan membimbing saya disetiap langkah saya.

Dan niat yang paling kuat dan mendasar untuk melaksanakan puasa sunnah ini adalah karena saya malu sama Allah SWT, malu karena ilmu agama saya sangat kurang, dan merasa jauh dengan-Nya. Mungkin dengan puasa inilah saya bisa lebih dekat dengan-Nya… *InsyaAllah…

Ketika saya melihat orang-orang yang pandai baca Al-Quran dan tafsirnya, saya berkata dalam hati ; Saya malu kepada-Mu, Ya Allah! Malu karena saya tak bisa sebagus mereka melafalkan dan memahami ayat-ayatMu.

Ketika saya melihat orang-orang yang rajin menghadiri pengajian, saya berkata dalam hati ; Ya Allah, kenapa hati saya tak tergerak seperti mereka untuk rajin pengajian, terus dan terus mencari ilmu agama.

Ketika semua orang pandai melantunkan kata-kata nasehat dari hadist-hadist dari Rasulullah SAW, saya berkata dalam hati ; Ya Allah! Betapa bahagianya saya jika saya bisa seperti mereka.

Itulah sedikit contoh kekurangan saya dalam hal ilmu agama, dan masih banyak lagi kekurangan saya. Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kekurangan lahir dan batin, kekhilafan yang disengaja maupun tidak disengaja. Saya hanya manusia yang setiap saat berharap untuk kedepannya bisa menjadi manusia yang lebih baik, baik di mata manusia yang lain dan baik di sisi Allah SWT.

Ya Allah, Ya Rabb! Terimalah puasa hambaMu ini

Ya Allah, Ya Rahman! Berkahilah disetiap niat baik hamba

Ya Allah! Tegurlah hambaMu ini jika melakukan kekhilafan

Ya Allah, Ya Rabb! Hanya padaMu lah semuanya hamba pasrahkan.

2 comments on “PuasaKu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s